Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 03, 2009

Film "Balibo" Dilarang Diputar di Indonesia

JAKARTA,— Indonesia melarang pemutaran film Balibo yang mengangkat kasus tewasnya 5 wartawan Australia dalam sebuah serangan pasukan Tentara Nasional Indonesia di Timor Timur pada 1975. Lembaga Sensor Film tidak menyampaikan alasan pelarangan film yang telah ditinjau pada Selasa (1/12).

Direktur Program Jakarta International Film Festival (JiFFest) Lalu Roisamri menjelaskan rencananya untuk mengajukan banding terhadap keputusan sensor itu. Pihak Lembaga Sensor Film menolak berkomentar saat ditanya oleh Associated Press, Selasa, mengenai larangan penayangan film soal tewasnya 5 wartawan Australia di Kota Balibo selama berlangsung pertempuran sengit antara pasukan TNI dan gerilyawan Timor Timur.


Larangan ini diumumkan 2 jam sebelum Jakarta Foreign Correspondents’ Club (JFCC) menyelenggarakan penayangan secara terbatas film ini di sebuah teater di Jakarta. Menurut Presiden JFCC Jason Tedjasukmana, akhirnya klubnya memutuskan untuk tidak menayangkan film ini meskipun belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai larangan tersebut.

Tedjasukmana menerangkan, JFCC bisa dianggap melanggar hukum apabila menayangkan film terlarang itu di sebuah lokasi umum. "Ini memang bukan keputusan mudah...tetapi kami menghormati hukum di Indonesia," ujar Tedjasukmana.

Bulan lalu, Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah menerangkan bahwa film ini, berdasarkan ulasan yang ada, dikhawatirkan akan membangkitkan luka lama hubungan Indonesia dan Australia. Namun, Teuku Faizasyah juga tidak setuju dengan anggapan bahwa film ini hanya merupakan fiksi.

Sungguh ironis dimana saat kita gembar-gemborkan sebuah keterbukaan daatau transparansi diberbagai lini, ini malah ada sebuah perencanaan pembohongan publik. bagaimana tidak ! Film aalah salah satu dari sekian banyak media untuk berkomunikasi. yang artinya film juga bisa dijadikam media jurnalistik. malah sekarang muncul pelarangan yang alasannya hanya sebatas sebuah rasa malu atas sebuah tindakan.

Toh itu sudah terjadi dan itu adalah sebuah fakta henapa musti didustakan. Marilah kita membuka mata dan belajar mempercayai bahwa masyarakat Indonesia itu sudah cerdas dan bisa mengukur sesuatu dengan dasar pemikiran yang lebih rasional. Bukan masyarkat yang mudah menilai dengan dasar sepicikan mata.

Sumber : Kompas.com



Selengkapnya...

Rabu, November 11, 2009

Seru, Tegang, Tapi Bingung dan Pusiiiing !!!!


Seperti Pernah saya tulis ini adalah sebuah KTT (Konspirasi Tingkat Tinggi). Banyak hal sekarang bermunculan dan segalanya jadfi sebar kait mengkait. Kata yang sejujurnya terucap dari hasil olah fikir saya adalah Seru, Tegang, Tapi Binggung dan Pusiiiing.

Kita sedikit berkilas balik jauh sebelum kasus Cicak Vs Buaya ini mundul.


Nasrudin Tewas

Tanggal 14 Maret 2009 Bos PT. Putra rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen tewas tertembus peluru tepat di kening kiri dan bagian lain oleh sekelompok orang tak dikenal ketika baru pulang bermain golf dikawasan Modernland Tangerang.

Kasus ini menyeret beberapa nama pejabat tinggi diantaranya Mantan Ketua KPK Antasari Azhar, Mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wiliardy W, Seorang pengusaha ternama Sigit Haryo W. Ketiganya kini menjadi tersangka.

Testimoni Antasari

Dari kasus tersebut berkembang semakin jauh, bermula ketika dengan secara mengejutkan Antasari Azhar mengeluarkan sebuah testimoni. Yang berisikan tentang kesaksiannya akan adanya tindak korupsi didalam tubuh KPK terkait proyek pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT)PT Masaro Radiokom dalam hal ini Direkturnya Anggoro W dan departemen Kehutanan. Kala itu sebagian orang bingung, tapi kita nggak perlu lagi bicara ini.

Cicak Vs Buaya

Dari testimoni itu muncul berbagai perkara baru. Dalam masalah iniBibit dan Candra jadi sasaran. Meski awalnya kesua pimpinan KPK yang kini nonaktif itu tidak ditangkap, namun dengan alasan reingnya mengadakan konfransi pers yang nantinya akan menggnggu jalannya penyidikan keduanyapun ditangkap. Kemudian munculah kepermukaan transcript sebuah dialog antara Seorang Yang disebut Anggodo Widjojo yang dikenal sebagai adik dari direktur PT, Masaro Anggoro W. yang didalamnya mengkaitkan beberapa naman pejabat seperti Kabareskrim Susno Duaji, Mantan Jamintel Kejagung, Wisnu Subroto, dan nama lainnya. Masyarakat kaget. Apalagi nama RI1 terbawa-bawa pula. Presiden bertindak dan membentuk Tim Pencari Fakta yang terdiri dari delapan orang. Hingga akhirnya rekamanpun diperdengarkan kepada publik pada selasa, November lalu. Beberapa nama Pejabat pun turut serta diajak berkelana dalam kasus ini diantaranya Kabareskrim Susno Duaji, Mantan Jamintel Kejagung, Wisnu Subroto, dan nama lainnya masalah berkembang luas masyrakat bergejolak menilai dengan berbagai pendapat maing-masing. dan dikala itulah muncul icon baru dalam dunia politik Indonesia CICAK vs BUAYA. Yang bermula dari gurauan seorang Susno Duaji. Indonesia lupa akan bencana yang sedang menimpa, semua fokus kepada kasus yang satu ini, Meskipun sang Presiden masih tenang walau namanya dicatut dalam pembicaraan tersebut oleh seorang wanita pengedar narkoba.

Bibit Dan Candra Bebas
Setelah MK memperdengarkan rekaman tersebut Bibit Dan Candra bebas. Namun perkara tidak serta merta selesai. Komisi II mengadakan Rpat dengar pendapat dengan Perihal masalah yang sudah menyita jutaan masyarakat Indonesia ini. Namun, Dalam hal ini komisi III terkesan lebih membela kejaksaan tinggi ketimbang Rekomendasi dari Tim 8 yang meminta Kasus Bibit Chandra segera dihentikan karena tidak ditemukannya bukti. Terakhir Komisi III Harus bersitegang dengan Koalisi Masyarakat Anti Korupsi. Dan buntutnya mereka tidak mau diajak berdialog lagi walau sebelumnya mereka sudah sempat bertemu dan tidak memperoleh satu kesepahaman.

Pengakuan Wiliardy W

Seperti Roda kehidupan yang selalu berputar. Kisah inipun kembali berputar dan kembali keawal kisah ini. yakni kasus antasari.
Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan pengakuan mantan Kapolres Jak-Sel Wiliardy W yang mengaku dirinya mendapatkan tekanan saat membuat BAP. Antasari Menangis haru kala itu. Polri merespon, dengan menayangkan beberapa video saat diman keduanya di BAP. namun baru sepenggal.

Nah dari rangkaian diatas sedikit banyak kita bisa mencari gambaran seperti apa ending kisah ini. Siapa Jagoan siapa penjahatnya. Siapa peran utama saiapa tokoh antagonisnya. siapa peran pembantu utamanya dan siapa figurannya. yang paling penting yang harus kita tahu adlah SIAPA SUTRADARANYA.....

Tunggu JAwabanya

Bersambung.....



Selengkapnya...

Jumat, November 06, 2009

Mari kita mengenali Mereka


Sedikit Informasi tentang Pak Bibit Samad Rianto Dan Candra Hamzah


Bibit Samad Rianto
Wakil Ketua Bidang Pendidikan (+Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat)
(non Aktif)

Chandra M. Hamzah
(Wakil Ketua Bidang Penindakan + Informasi dan Data) ( non aktif)




BIBIT SAMAD RIANTO

Lahir di Kediri, Jawa Timur pada 3 November 1945. Menghabiskan masa sekolah di tanah kelahirannya, Bibit kemudian memilih untuk bergabung di Akademi Kepolisian dan lulus pada 1970. Setelah itu, 30 tahun lamanya Bibit mengabdi di kepolisian. Berbagai posisi teritorial pernah diembannya, di antaranya Kapolres Jakarta Utara, Kapolres Jakarta Pusat, Wakapolda Jawa Timur, dan Kapolda Kalimantan Timur.

Bibit pensiun dari kepolisian pada 15 Juli 2000 dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal. Atas jasa dan pengabdiannya selama bertugas, beliau mendapatkan berbagai bintang jasa dan penghargaan. Di antaranya: Satya Lencana Kesetiaan, Satya Lencana Dwidya Sista, Bintang Bhayangkara Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Bhayangkara Pratama.

Selepas pensiun dari dinas kepolisian, bapak empat orang anak ini tidak lantas berdiam diri. Kehausannya terhadap ilmu pengetahuan membuat Bibit kembali ke dunia kampus untuk mengambil gelar doktoral yang akhirnya diperoleh pada 2002. Selanjutnya, kegiatan mengajar sebagai dosen menyita waktunya. Beliau bahkan sempat menjabat sebagai Rektor Universitas Bhayangkara.

Pada 2007, Bibit mengikuti seleksi calon pimpinan KPK 2007-2011 dengan mengusung empat rambu pemberantasan korupsi, yaitu: pemberantasan korupsi dalam bingkai hukum; tidak hanya represif, tapi membongkar akar masalah korupsi; urusan pemberantasan korupsi menjadi urusan semua kalangan; dan pengembalian kerugian negara. Komisi III DPR akhirnya memercayakan satu dari lima posisi pimpinan KPK kepada Bibit. Di KPK, Bibit menjabat sebagai Wakil Ketua yang membawahi bidang Penindakan serta Pengawasan internal dan Pengaduan Masyarakat. Kini telah dinon aktifkan sehubungan dengan kasus yang sedang beredar saat ini.

CANDRA HAMZAH

Lahir di Jakarta 25 Februari 1967, menamatkan pendidikan sarjana di tahun 1995 pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Selepas kuliah, p ada tahun 1998, beliau – yang sewaktu mahasiswa sempat menjadi komandan resimen mahasiswa dan Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia – membidani lahirnya Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK). Chandra memiliki sejumlah lisensi keahlian bidang hukum, yakni lisensi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual, lisensi Konsultan Hukum Pajak, lisensi Konsultan Hukum Pasar Modal, dan lisensi Pengacara/Penasihat Hukum/Advokat.

Pimpinan KPK termuda ini, pernah bergiat di YLBHI sebagai a sisten pembela umum. Sempat pula bekerja sebagai staf hukum PT Unelec Indonesia (UNINDO). Setelah itu, Chandra memulai karier pengacara pada sejumlah firma hukum. Beberapa di antaranya adalah pada firma hukum Erman Radjaguguk & Associates, partner pada firma hukum Hamzah Tota Mulia, pengacara senior pada firma hukum Lubis Ganie Surowidjojo, dan partner pada Assegaf Hamzah & Partners.

Sebelum berkiprah di KPK, Chandra juga sempat berkutat dalam kegiatan memberantas korupsi saat menjadi a nggota Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK) pada 2000-2001. Pada rentang waku yang sama, beliau juga ambil bagian dalam Tim Persiapan Pembentukan Komisi AntiKorupsi. Saat ini, beliau menjabat Wakil Ketua KPK yang membawahi bidang penindakan serta bidang informasi dan data.Kini telah dinon aktifkan sehubungan dengan kasus yang sedang beredar saat ini.


Sumber : Nusantaranews.com




Selengkapnya...

Rapat Dengar Pendapat Susno Bersumpah


Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dan Polri di gedung Nusantara II yang digelar semalam hingga pukul 2 dini hari (6/11) belum secara mutlak memperoleh sebuah kesimpulan. Berbagai perdebatan terjadi antar anggota DPR. Dalam rapat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri nonaktif, Susno Duadji membantah dirinya menerima uang Rp10 miliar terkait kasus bank Century. Ia bahkan sampai bersumpah atas nama Allah, tidak pernah menerima sogokan.

Susno Bahkan mempersilahkan kasus tersebut dibuka jika ada bukti yang menyatakan dia menerima uang suap tersebut.

"Kalau memang ada rekaman terkait dengan diri saya terima uang, silahkan saya diperiksa. Orangnya masih hidup, pimpinan bank Century masih hidup, pimpinan lembaga penjaminan masih hidup, dari PPATK masih hidup," Tegasnya.


Susno juga menerangkan tentang maksud dari kata Truno 3 adalah Direktorat tiga Mabes Polri. Namun dia membantah bahka kalimat itu bukan terucap oleh dirinya.

"Truno nama alamat kantor polisi yang disebut Anggoro truno tiga itu adalah direktorat tiga tapi direka-reka adalah Susno Duadji," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Bambang Hendarso Danuri membela Susno Duadji dengan mengatakan penyadapan yang dilakukan kepada Kabareskrimnya merupakan sebuah pelanggaran hukum. Tetapi, ia memastikan penanganan kasus Bibit Samad Rianto-Chandra M. Hamzah, dua pimpinan KPK semata atas pertimbangan profesional,

"Itu murni kasus hukum, sehingga dengan demikian tidak ada sama sekali perseteruan atau sakit hatinya Kabareskrim kami karena disadap terus kemudian kita melakukan tindakan,"tuturnya.

Menyikapi hal diatas perihal terlibat atau tidaknya seorang Susno Duaji kasus ini tetap harus dituntaskan. karena memang secara mutlak pelaku dialog dalam rekaman yang diputar saat berjalannya sidang awal antara KPK dan MK telah mengakui memberikan sejumlah uang kepada oknum pejabat. Terlepas pengakuan dia yang menyebutkan dirinya diperas atau tidak.

Polri harus bersikap bijak untuk menindak kasuk ini. Ada atau tidaknya nama Susno Duaji Anggoro tetap harus diproses.

DPR yang merupakan wakil dari rakyat bangsa inipun harus bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah. Jujur rapat semalam banyak diantara anda yang lebih baik jadi pelawak ketimbang jadi anggota dewan. tingkat serius dalam melakukan rapatjuga menjadi tolak ukur. memang bukan berarti harus tegang tapi juga bukan berarti harus ketawa-ketiwi terus menerus. Lontaran kata atau senditilan anda mencerminkan pribadi diri anda. Timbang mic mati saja ribut.

Lho kok saya jadi marah-marah... udah ah cape...
Yang jelas sebagai Raja (bukankah rakyat ini yang punya bangsa dan mereka wakil) kalian semua saya hanya berpesan ini awal jangan membuat kesalahan dan memancing diair yang lagi keruh.
tayang semalam Live nggak pantes rasanya dalam suasana Rapat penting gurau berlebihan. Malu dong sama Kapolri yang senyum-senyum terus. ya pak bambang ya...

Eh udah .. makasih selamat baca ya...

Selengkapnya...

Kamis, November 05, 2009

Misteri Ong Yuliana Gunawan, Si Pencatut Nama SBY


SIAPAKAH perempuan yang diduga mencatut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? Inilah yang sekarang banyak dipertanyakan publik. Orang tersebut, sebagaimana terungkap dalam rekaman sadapan Komisi Pemberantasan Korups (KPK) yang diperdengarkan dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (3/11) diduga bernama Ong Yuliana Gunawan. Pertanyaan dan persoalannya adalah apakah Ong Yuliana ini adalah orang yang sama dengan bandar sabu-sabu asal Surabaya, Jawa Timur?

Ada track record yang cukup menarik dari Ong Yuliana. Pada sekitar Nopember 2005, Polresta Surabaya Selatan, berhasil menangkap Yuliana yang berprofesi sebagai tukang pijat syaraf di rumahnya, Jalan Kedungdoro. Yuliana ditangkap karena menyimpan sabu-sabu. Namun ketika diperiksa polisi, dia mengelak dituduh sebagai Bandar sabu-sabu. Yuliana hanya mengakui bahwa sabu-sabu yang disimpan itu untuk dirinya sendiri.

Beberapa waktu sebelumnya, Yuliana juga pernah ditangkap polisi di Yogyakarta dengan alasan yang sama, sabu-sabu. Namun, semua masalah yang menderanya dilalui dengan cara yang luar biasa. Berdasarkan keterangan, Yuliana selama dalam tahanan diperlakukan cukup istimewa. Bahkan ada hal yang lebih menarik, ketika perkaranya sudah dinyatakan P21, dalam peristiwa penangkapan di Surabaya Selatan tersebut, ternyata dengan alasan yang tidak jelas, Yuliana tetap berada di sel tahanan polisi.

Seharusnya, setelah perkara sudah dinyatakan P21, penahanan Yuliana dipindahkan dari tahanan polisi ke Lembaga Pemsayarakatan. Faktanya, dengan segela kelebihan yang dimiliki, Yuliana berhasil tetap berada di tempatnya semula. Dalam sidang akhirnya Ong Yuliana divonis 2,5 tahun dan mau atau tidak, dia terpaksa harus merasakan dinginnya LP Kelas I Medaeng, Surabaya. Selain di Surabaya, dan Yogya, kabarnya Yuliana juga pernah dihukum di LP Madiun, Jawa Timur.

Namun sejak itu, kabar Yuliana seperti ditelan bumi. Dia tidak lagi dapat ditemukan dan baru nama yang sama disebut dalam kasus dugaan rekayasa kriminalisasi KPK. Nama Ong Yuliana yang sekarang di belakangnya ditambahkan nama Gunawan. Lengkapnya menjadi Ong Yuliana Gunawan muncul setelah disebut-sebut oleh orang yang diduga bernama Anggodo Widaja. Pertanyaannya adalah ada hubungan apa antara Yuliana dengan Anggodo?

Ini pun masih menjadi misteri, seperti misteriusnya Ong Yuliana sendiri. Banyak dugaan, bahwa Ong Yuliana yang sekarang disebut-sebut dalam kasus KPK adalah orang yang sama dengan perempuan yang pernah ditangkap Polresta Surabaya Timur. Hal ini karena dilihat dari keberaniannya dan hubungan perempuan tersebut dengan sejumlah pejabat tinggi yang begitu kental dan dekat.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana dengan rencana SBY akan mengambil jalur hukum terhadap orang yang diduga bernama Ong Yuliana tersebut, sebagaimana dikemukakan juru bicara Kepresidenan, Dino Pati Jalal, karena mencatut nama Presiden? Ya, kita masih terus menunggu. Dan sebenarnya pencatutan nama SBY bukan kali ini saja dilakukan para pihak yang sempat berurusan dengan KPK. Ketika KPK dulu berhasil menangkap jaksa Urip Tri Gunawan, dan Artalita Suryani alias Ayin.

Di rumah Ayin kabarnya ditemukan foto SBY tengah mengapit anak Ayin waktu nikah. Waktu itu semua media menyorot persoalan tersebut. Namun seiring dengan bergesernya sang waktu, akhirnya kita melupakan persoalan tersebut. Sekarang, kembali kita teringat, setelah nama SBY dan RI satu diseret-seret dalam kasus dugaan merekayasa kriminalisasi KPK. Jadi mengapa demikian? Entahlah, yang tahu jawabannya adalah Anda semua yang terus mengawasi perjalanan bangsa ini

Sumber : Jakartapress.com

Selengkapnya...

TPF BUBAR...? Sayang


Baru beberapa menit yang lalu saya mendengar beberapa anggota tim 8 (TPF) berniat mengembalikan mandat yang sudah diberikan kepada mereka. Hal ini terjadi karena mereka merasa tidak adanya respon yang baik dari lembaga-lembaga yang terkait dengan kasus yang sedang mereka tangani yakni kasus penahanan Bibit & Candra pimpinan non aktif KPK.

Anis Bawedan menyampaikan dirinya kecewa dengan lembaga-lembaga itu yang terkesan membiarkan saja adanya pratik kejahatan yang terjadi di negeri ini.

Beberapa yang lain dengan pemikiran dan alasan yang sama juga akan meletakkan mandatnya kembali ke Presiden sebagai pemberi mandat.
Sebuah hal yang patut disayangkan, kita tahu kasus ini menyangkut nama-nama pejabat yang memang ada hubungannya dengan hukum dan kriminal. Sehingga kita sangat membutuhkan tim yang independen terlepas dari lembaga-lembaga tersebut.

Melihat dari kredibilitas anggota yang ditunjuk oleh Presiden, meski sebelumnya banyak kalangan yang pesimis namun mereka adalah orang-orang yang cukup kompeten untuk menangani kasus ini.

Sehingga sangat disayang kan bila Tim ini membubarkan diri sebelum kasus ini terselesaikan.
kepada presiden Republik Indonesia, sekaranglah saatnya bertindak dengan tegas dan menunjukan kepada rakyat dan bangsa ini bahwa anda adalah pemimpin yang berpihak pada rakyat bukan cukong yang memiliki kasus separah ini.

Selengkapnya...

Anggodo Masih Ditahan, pak Rintonga Mundur


Kapolri Bapak Bambang pagi ini menyatakan kalau Anggodo W belum keluar atau pulang dari mabes. hal ini mnimbulkan polemik baru bagaimana mungkin ada dua informasi berbeda antara pak nanan dan pak bambang...

Semalam, saya yakin anda masih ingat bagaimana dengan tegasnya pak nanan menyampaikan bila pihak kepolisian tidak bisa menahan AW karena belum ada cukup bukti. Namun bapaknya polisi saat ini menyatakan AW masih ditahan. atau alusnya masih berada di mabes.

Entah yang bener mana itu perlu selidik lebih dalam. Dan tunggu saja konperensi peres nanti.


Kabar lain bapak ritongga sudah mengundurkan diri. dia sudah meminta langsung kepada jaksa agung pak hendarman s meski secara lisan. namun dia berjanji akan melakukan pengunduran tertulis hari ini. dan ini menjadi tambahan tugas buat pak hendar untuk mencari PLH untuk mengantikan pak ritongga.

Lebih lanjut tunggu ya..


Selengkapnya...

Konspirasi Tingkat Tinggi (ANGGODO W + POLRI)


TIba-tiba saya punya pemikiran yang jelek dengan pemanggilan Anggodo W oleh pihak kepolisian secara mendadak tengah malam seusai diperdengarkannya rekaman pembicaraan antara dirinya dengan beberapa penegak hukum negeri ini.

Pemikiran ini mudah-mudahan tidak terjadi tapi saya tetap saja memikirkannya. Apa yang saya pikirkan dan Mengapa saya pikirkan ?


Anggodo W, dalam dialog yang dilakukan di salah satu TV Swasta berulang kali menyatakan dekat dengan lingkungan kepolisian dan juga kejaksaan. Dan kemarin malam setelah dialog tersebut AW dipanggil secara mendadak untuk dikonfirmasi tentang rekaman tersebut. Entah aa yang dibicarakan didalam kita semua tidak tahu yang kita ketahui adalah semua wartawan yang hari itu menantikan AW keluar kecelek karena AW keluar lewat pintu belakang. Dan mereka harus puas dengan hanya menemui Bonaran Situmeang yang memang pengacara AW.

Yang lebih mengejutkan lagi adlah pernyataan Bapak Nanan dari kepolisian dalam jumpa persnya menyatakan kalau AW dicukup bukti untuk ditahan. Nah ini nih yang menganggung saya.. gimana nggak mengganggu jelas kita dengar pengakuan AW akan rekaman tersebut. AW mengakui juga telah memberikan uang 1 M rupiah pada Pak Ari. nah apa itu bukan bukti pak nanan hayoo ? pernyataan yang njelimet akan beberapa hal pemutar balikan dan pembingungan cerita oleh AW yang menyatakan bahwa dia nggak kenal Juliana tapi di dalam dialog begitu jelas dia sangat dekat. sebagai polisi apalagi di satu kriminal atau apalah namanya bapak pasti tahulah mana orang yang bohong dan yang jujur. wong maling ayam aja yang tadinya nggak ngaku jadi ngaku kok.

Bentuk rekayasa yang dipertontonkan sangat jelas di tv oleh AW sebagai aktor utama dalam kasus ini mestinya bisa dijadikan alasan atau bukti yang faktual. karena dia mengaku. adapun pernyataan pak nanan tentang siapa yang menyebarluaskan ya itu nggak perlu dibahas lagi wong tugas KPK memang itu kok. coba tilik dari kasus kecil kalo ada video porno yang beredar dimasyarakat siapa yang ditangkap ? pelakunya atau yang mengedarkan.? pasti pelakunya dulu kan nah baru kemudian yang mengedarkan. kalo polisi tidak menangkap AW artinya bila ada kasus video porno jangan tangkap yang melakukan karena mereka juga buat bukan untuk disebarluaskan kok.

Nah dari itu semua saya jadi berfikir apa kiranya yang dibahas mereka saat bertemu malam itu. apa tidak mungkin ,mereka membahas konspirasi lanjutan untuk mempersiapkan jawaban lebih lanjut untuk mengcounter pertanyaan yang akan muncul ?
ya mudah-mudahan sih enggak lah. ya pak ya...

Nah menyangkut masalah Anggota KPK yang katanya melanggar hukum buat saya kalau memang dia melanggar beberapa pasal yang ada dalam UU tentang KPK itu sendiri ya tetap ditindak lanjuti saya rasa mereka juga bisa menerima. tapi pikirkan lagi. karena saya bukan ahli hukum jadi saya hanya bisa bermain dengan kias. saya mendengar bahwa KPK melakukan pelanggaran tentang penyadapan terhadap advokad yang sedang menjalankan tugas.

Nah anologi saya begini. Sepasang kakak adik memiliki kamar masing-masing tentunya mereka peraturan sendiri-sendiri tentang kamarnya. mereka saling menjaga hak privasi mereka dengan melarang masuk kedalam kamarnya tanpa ijin.
Suatu ketika sang Adik tidak sengaja menemukan secarik kertas dilantai yang ternyata sebuah sampul VCD film porno si adik menduga-duga. akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam kamar kakaknya tanpa ijin dan kemudian benar dia menemukan setumpuk kaset porno diruangan itu diapun melapor kepada bapaknya.

Nah dari analogi kakak adik itu apakah kita menyalahkan sang adik yang mencoba berlaku baik meski dengan cara melanggar hukum. seilahkan coba dipikirkan...

Ayolah kita melakukan tugas itu dengan hati nurani yang paling dalam. jangan lantaran pertemanan atau apalah itu. Sekali lagi saya tekankan Indonesia sangat menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah tapi Indonesia juga menjujung tinggi KEADILAN.
Yuk kita jujur jangan diperbudak oleh hawa nafsu syetan yang terkutuk.

Sekali lagi saya bukan ahli hukum tapi saya ingin hukum di Indonesia berjalan dengan seadil-adilnya.

semoga bapak-bapak polisi yang saat ini dibawah komando pak bambang yang baik hati itu mampu mengembalikan citra kepolisian yang saat ini sedang terancam kembali dari ketidak percayaan masyarakat.

Sukses Bapak-bapak...


Selengkapnya...

Rabu, November 04, 2009

Menyikapi Keterangan Anggodo (ANGGODO SANG CREATOR)


Satu jam setelah diperdengarkannya rekaman hubungan telpon antara Anggodo Widjojo dengan beberpa nama-nama pejabat didepan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Tim Pencarian Fakta. Anggodo melakukan perbincangan live disalah satu TV Swasta Nasional dalam satu Progam berita tv tersebut.

Beberapa cuplikan rekaman tersebut diputar ulang untuk mengingatkan Anggodo akan pembicaraan yang dilakukannya. Sebuah jawaban yang menajukkan, beberapa kali Anggodo tidak mengenal suara-suara yang muncul bahkan ada juga suara yang diduga merupakan suaranya sendiri tidak dia kenali.

Sebuah pemikiran besar muncul dalam otak saya bahwa Anggodo Widjojo bisa digolongkan sebagai Aktor sekalilgus Creator yang Hebat. Bagaimana tidak ? Dia begitu tenang menjawab "itu bukan saya" Atau " Itu saya tidak begitu jelas" Atau "itu saya tidak kenal". Namun dalam beberapa menit dia bilang " Oh itu MUNGKIN Begini...." dia menerangkan beberapa hal yang buat saya tidak relevan.

Satu hal yang lain saat di tanya perihal Juliana (salah satu lawan bicara direkaman tersebut)dia mengatakan awalnya tidak mengenal selanjutnya dia bilang memang mengenal tapi...
Kemudian keterangan hubungannya dengan kasus yang sedang dia obrolkan dengan Juliana yang kala itu dia bilang adalah rekannya baru datang dari Brunai Darusalam. DIa bilang kasus yang sedang dibicarakan dengan Juliana yang tadinya hanya dibilang sebatas kenal adalah kasus sengketa tanah yang ada di Jakarta Barat jadi tidak ada sangkut pautnya dengan kasus Anggoro, KPK dan Polri. Namun kita semua dengar salah satu bagian di rekaman sore itu Anggodo meluapkan sebuah kegembiraan saat Polri berhasil menangkap Candra dan Bibit dan memasukkannya ke dalam BUI. Bahkan dia berucapan akan menganti semua HP sekaligus nomornya kepada lawan bicaranya kala itu.

Logika berkata bila seseorang tidak mengenal seseorang dengan begitu dekat mana mungkin bisa mengikutsertakan orang itu dalam kasus yang begitu besar dan dekat dengan resiko. Pengakuan atau keterangan yang disampaikan oleh Anggodo malah memperjelas bahwa dirinya adalah pihak yang berada dalam segala bentuk rekayasa dalam rekaman tersebut. Apalagi secara gamlang disebutkan beberapa nama dalam rekaman itu.

Itu makanya saya bilang Anggodo Widjojo adalah seorang creator sekaligus aktor yang hebat. Dalam ketenangannya dia membantah semua tudingan yang ditujukan kepadanya.

Untuk itu saya sarankan kepada anda yang memiliki Production House segera mengontrak dia sebelum keduluan oleh pihak lain. lakukan sekarang atau tidak sama sekali.

Oh ya sebagai bangsa yang baik kita harus selalu menjujung tinggi asa praduga tak bersalah. Tapi juga jangan melupakan untuk menjunjung tinggi rasa Keadilan...

Selengkapnya...

Selasa, November 03, 2009

Anggodo Dan Anggoro Widjojo


Sekitar 1 jam yang lalu baru saja Mahkamah Konstitusi menyelesaikan sidang perdana berkaitan dengan penahanan Pimpinan KPK non Aktif Bibit Samad Riyanto dan Candra Hanzah. Dlam sidang diperdengarkan dialog antara Anggodo Widjojo adik Anggoro Widjojo bos PT Masaro Radiokom yang kini menjadi buronan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan.

Sebelumnya beredar Transkrip tak lain, adalah cuplikan percakapan yang terekam dalam penyadapan yang dilakukan KPK terhadap Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo–bos PT Masaro Radiokom yang kini menjadi buronan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan.

Sejumlah nama petinggi Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI, termasuk jaksa dan polisi penyidik, disebut-sebut di dalamnya. Salah satunya diduga Wisnu Subroto yang ketika itu menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen. Kepada VIVAnews, Wisnu keras membantah.


Pejabat yang lain yang namanya disebut-sebut diduga adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji. Ditanya wartawan Senin, 26 Oktober 2009 di Bogor, ia hanya menggumam, “… Ehmmm.”

Dari Mabes Polri juga muncul nama yang diduga adalah Irjen Pol. Hadiatmoko, Wakil Kepala Bareskrim Polri yang kini menjabat sebagai perwira tinggi di Mabes Polri.

Ihwal dugaan sejumlah perwira tinggi kepolisian ini, Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri berjanji akan mempelajarinya.

Adapun Kepala Humas Kejaksaan Agung Didi Juru Bicara Kejaksaan Agung Didiek Darmanto menantang balik KPK untuk membuka bukti rekaman itu. “Silakan saja kalau mau diungkap,” katanya, Selasa 20 Oktober 2009.

Berikut cuplikan transkrip tersebut:

Anggodo ke Wisnu Subroto (22 Juli 2009:12.03)

“… nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Soemarsono, saksi dan teman dekat mantan Ketua KPK Antasari Azhar, red.) sama Ari (Ari Muladi, tersangka kasus pemerasan dan teman Anggodo, red.) ketemu Truno-3 (Mabes Polri kerap disebut sebagai “Trunojoyo”).

Wisnu Subroto ke Anggodo (23 juli 2009:12.15)

“Bagaimana perkembangannya?”

“Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes.”

“Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), minggu ini, terus balik ke sini, terus action.”

“RI-1 belum.”

“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.”

Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009:12.25)

“Yo pokoke saiki Berita Acara-ne kene dikompliti (ya pokoknya sekarang Berita Acara-nya dilengkapi).”

“Wes gandeng karo Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung) kok dek’e (dia sudah nyambung kok dengan R)

“Janji ambek Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir Senen (Janji sama Rit gelar perkara final dengan kejaksaan lagi, terakhir Senin).”

“… sambil ngenteni surate RI-1 thok nek? (… tinggal menunggu surat dari RI-1?)”

“Lha, kon takok’o Truno, tho (ya kamu tanyakan ke Trunojoyo, dong).”

“Yo mengko bengi, ngko bengi dek’e (ya nanti malam saya tanyakan ke dia).”

Hadiatmoko ke Anggodo (27 Juli 2009, 18.28)

“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Far (nama lelaki) semua,”

“Sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono, Pak, yang Antasari itu, Pak. Sama pembuktian lagi waktu Ari kesana, ada pertemuan rapat dengan KPK, Pak.”

“Ada pertemuan di ruang rapat Chandra (Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah, red.)”

Anggodo ke Kos (nama laki-laki, red) (28 Juli 2009, 12.42)

“Kos, itu kronologis jangan lu kasih dia loh, Kos.”

“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan.”

“Cuman lu harus ngomong sama dia: ’terpaksa lu harus jadi saksi,’ karena Chandra lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng.”

Anggodo ke seorang perempuan (28 Juli 2009, 21.41)

“Besok kon tak ente…, ngomong ke Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung, red.) (Besok kamu saya tunggu …, bicara ke R), Edi Sumarsono itu bajingan bener, sebenarnya dia mengingkari semua.”

“Besok penting ngomong. Edi ngingkari, Pak, padahal Antasari bawa Chandra.”

Anggodo ke Prm (penyidik) (29 Juli 2009, 13.09)

“Kelihatannya kronologis saya yang benar.”

“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalu lintas. Saya sudah ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok.”

Anggodo ke Wisnu Subroto (29 Juli 2009, 13.58)

“Terus gimana, Pak, mengenai Edi gimana, Pak?”

“Edi udah tak omongken Ir (nama salah satu jaksa di Kejaksaan Agung) apa. Ini bukan sono

“Iya, padahal dia saksi kunci Chandra.”

“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu (nama petinggi Kejaksaan Agung), gak apa-apa kan, Pak.”

“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apa lah.”

“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Ir (nama jaksa di Kejaksaan Agung) kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah… perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra itu gak ngaku. Terus siapa yang ngaku?”

“Ya, you sama Ar.”

“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra.”

“Nggak, saya dengar dari Edi.”

“Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha, Edinya nggak mau ngaku, gitu Pak, dia nggakndak nyuruh ngasihin duit, gimana, Bos?”

“Ya ndak apa-apa”

Anggodo ke Wisnu Subroto (30 Juli 2009, 19.13)

“Pak tadi jadi ketemu?”

“Udah, akhirnya Kos (nama seseorang) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku susah kita.”

“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.”

“Nah itu.”

“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.”

“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”

“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia curiga duite dimakan Ari.”

“Bukan sial Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada di situ, diwalik (dibalik) sama-sama doa, Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya gak jadi masalah pak, itu saya suruh…”

“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih, kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu.”

“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi AR (pimpinan KPK, red) segala. Ujung-ujungnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu siapa, Pak? Kan nggak nyambung, Pak”

“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga tahu, kan, karena kalo gak ada yang merintah Chandra, Pak, nggak nyambung uang itu, lho.”

“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau Edi nggak ngaku ya biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu” yang salah, kita-kita ini yang jadi salah.” kenal Chandra, saya “Kan saksinya kurang satu.”

“Saksinya akan sudah dua, Ari sama Anggodo”

Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana, kan.”

“Kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama saja kan, hahaha…”

“Suruh dia ngaku lah, Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma, Pak, punya temen.”

“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu Toni itu saya, sudah ngerti, Pak. Yang penting dia nggak usah masalahin. Itu kan urusan penyidik.”

“Yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja.”

“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan. Sudah selesai…”

“Tapi, kalo dia nggak bantu kita Pak, terjerumus. Dia dibenci sama Susno.”

“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno.”

Anggodo dengan seorang perempuan (6 Agustus 2009, 20.14)

“Iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab. Modele bajingan kabeh, Yang.

Chandra iku yo, wis blesno ae, Yang, ojo ragu-ragu… (Iya, tapi ditanyakan ini tanda tangan siapa, iya toh tidak bisa menjawab. Modelnya bajingan semua, Yang.

Chandra itu dijebloskan saja, Yang, jangan ragu-ragu…).”

Anggodo dengan seorang laki-laki (7 Agustus 2009, 22.34)

“Menurut bosnya Trunojoyo, kalau bisa besok sudah keluar.”

“Dia bilang tidak bagus, karena pemberitaannya hari Minggu, orang sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main.”

“Truno (Trunojoyo, red) minta TV dikontak hari ini, supaya besok counter-nya dari Anggoro.”

Anggodo dengan …(8 Agustus 2009, 20.39)

“Nggak usah ngomong sama penyidik. Cuma Abang saja tahu bahwa BAP-nya Ari tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia BAP, masih sesuai apa yang dia anu. Jangan sampai dia berpikir, kita bohong.”

“Siap, Bang.”

“Sama harus dikaitkan ini, seperti sindikat Edi, Ari sama KPK satu sindikat mau memeras kita, ya Bang”

“Iya.”

“Intinya si Ari sudah di BAP seperti kronologis. Kenapa kok kita laporkan Ari itu. Kenapa sudah laporan begini kok dia melarikan diri.

Gitu loh. Dan si Edi itu di BAP itu nggak ngaku. Kita nggak usah ngomong. Pokoknya si Edi nggak tahu kita.

”Bang, nanti maksudnya di BAP kita nantinya, inti bahwa pengakuan itu, Bang.”

“Iya.”

“Sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status si Ari itu, kita merasa Ari sama Edy dan ini tuh, ini kita diperas KPK sudah kita bayar. Kenapa jadi masalah begini. Gitu loh, Bos.”

“Iya.”

“Menurut pengakuan Ari, dia sudah membayar seluruh dana tersebut kepada orang-orang KPK, nggak tahu siapa.”

“Betul.”

Al (nama seorang laki-laki) dengan Anggodo (10 Agustus 2009,17.33)

“Secara keseluruhan apik (bagus). Anggoro nggak lari.”

“Kenceng dia ngomonge (gamblang dia bicaranya).”

“Kenceng. Tak rekam banter mau? (Gamblang. Saya rekam keras-keras mau?)”

“Yo wes (ya sudah). Terus poin-poinnya tersasar, kan?”

“Sudah.”

“Tidak lari. Ciamik dee njelasno (bagus sekali dia menjelaskannya).”

“Ini ada suatu rekayasa, nampak dari pemanggilan jadi saksi terus tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Moro-moro (tiba-tiba) karena ada testimoni, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan oke.”

“Mengenai cekal, salah sasaran”

“Ya dalam kasus Yusuf Faisal, kok dicekal Anggoro. Itu bagaimana. Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yusuf Faisal, kok yang digeledah Masaro. Pokoknya intinya sudah masuk semua.”

Alex dengan Anggodo dan Rob (nama laki-laki 3) (10 Agustus 2009:18.07)

“Iya memang di cuplikan. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit, kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Antasari dulu, testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Antasari, terus baru disambung ke kita, jadi dijelaskan sama Bon (nama pengacara Anggoro), kalo itu bukan penyuapan.

Dan permasalahannya, kedatangan Antasari menemui Anggoro itu juga membawa konsekwensi Antasari bisa dipermasalahkan”

“Ngomong gimana? Pengacara dari Anggoro press release hari ini.”

Sumber : Vivanews.com


Selengkapnya...

Dukungan FBers Untuk Bibit Dan Candra Melesat


Dukungan terhadap Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto memasuki setengah jalan. Dari rencana satu juta dukungan, hampir 500 ribu dukungan facebookers sudah diraih.

Pantauan detikcom, Selasa (3/11/2009), hingga pukul 06.00 WIB dukungan terhadap komisioner KPK nonaktif tersebut mencapai 498.130 anggota.

"Kelihatan sekali bahwa kepolisian dan kejaksaan mencari-cari dan membuat-buat kesalahan KPK. Sudah pasti karena mereka ketakutan dengan keberadaan KPK, tanya kenapa?" tulis salah seorang pendukung Bibit-Chandra di Facebook, Aditya Herwandar.

"Karena kepolisian dan kejaksaan adalah lembaga terkorup di Indonesia. Jangan takut KPK, sesungguhnya rakyat Indonesia semakin cerdas dan dapat melihat kebenaran," imbuh Aditya.

Gerakan 1.000.000 Facebookers mulai diluncurkan pada Jumat, 30 Oktober pekan lalu, satu hari setelah Chandra dan Bibit ditahan oleh Mabes Polri. Gerakan ini diprakarsai oleh Ketua Yayasan Lembak Bengkulu, Usman Yasin.

Dia juga merupakan salah satu dosen di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dalam pengantarnya, Usman mengatakan, terlepas dari apakah bersalah atau tidak, tindakan hukum terhadap Bibit dan Chandra telah membuat masyarakat terganggu.

Dikatakan dia, fakta membuktikan bahwa institusi Polri dan Kejaksaan Agung telah gagal mewujudkan cita-cita Indonesia yang bebas dari korupsi. Harapan besar dengan lahirnya KPK, kini harus redup oleh adanya kasus yang ditimpakan kepada Chandra dan Bibit.

"Sebagai anak bangsa kami mencintai KPK, untuk itu mari kita dukung Chandra dan Bibit dalam Grup ini. Kita namakan Gerakan Satu Juta Facebookers Dukung Chandra dan Bibit. Ayo kirim semua teman-teman kita, kejar target 1.000.000 Facebooker," ajak Usman.

Sumber : Detik.com

Selengkapnya...

CICAK vs BUAYA Dilarang Digunakan


Rapat pembentukkan Tim Pencari Facta telah dilaksanakan dengan menunjuk Adnan Buyung Nasution SH sebagai ketua dan didampingi 7 orang lainnya sebagai anggota. Tim Pencari Fakta (TPF) akan terbuka kepada masyarakat dalam setiap rapat yang dilakukannya agar kebutuhan transparansi terpenuhi dan wartawan diperkenankan untuk meliput.

Menurut Amir Syamsuddin salah satu dari anggota TPF Kesepakatan seluruh rapat bisa diliput, hanya saja setiap keputusan rapat akan disampaikan terlebih dahulu kepada presiden selaku pemberi tugas, baru kemudian akan disampaikan ke publik.

Seperti halnya pembentukan tim-tim yang sama, selalu diwarnai dengan adanya golongan atau sekelompok massa yang pesimis dengan pembentukkan TPF ini. Meski demikian tim siap bekerja untuk menepis anggapan tersebut. Demikian Amir Syamsuddin menegaskan.

Untuk kerja perdana tim mendengarkan rekaman dugaan rekayasa kriminalisasi KPK di sidang MK besok, Amir berharap itu bisa menjadi awal cerita yang baik bagi tugas-tugas yang diamanatkan kepada tim.

Berekaitan dengan kisruhnya 2 lembaga besar direpublik ini, yang sudah beredar atau memunculkan sebuah pengistilahan baru yakni CICAK vs BUAYA, yang pertama kali dilontarkan oleh salah satu pejabat Polri dalam menyikapi kasus hukum yang berujung pada penahanan dua pimpinan KPK non-aktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri meminta maaf kepada masyarakat atas penggunaan kata "cicak dan buaya" itu dan sekaligus melarang media massa untuk mengangkat atau menggunakan kata tersebut.

Menurut Kapolri, penggunaan kata "cicak dan buaya" tersebut tidak tepat, sebab Polri merupakan bagian dari unsur KPK sejak awal. Hal itu disampaikan disela-sela pertemuannya dengan pimpinan media massa yang difasilitasi Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, Senin,

Dalam pertemuan tersebut, mewakili sejumlah tokoh media, Corporate Chief Editor Tempo Group Bambang Harymurti menyampaikan surat permohonan penangguhan penahanan Bibit-Chandra yang ditandatangani oleh lebih dari 20 pimpinan media nasional.

Kapolri selanjutnya berharap penggunaan dua kata tersebut tidak dipakai lagi oleh kalangan media.

Ia mengajak media dan masyarakat untuk mengawal proses penegakan hukum dalam dugaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan adanya pemerasan yang dilakukan dua pimpinan KPK non-aktif tersebut.

Pada pertemuan tersebut hadir pimpinan media dan tokoh pers, antara lain Bambang Harymurti, Elman Saragih, Uni Z Lubis, Asro Kamal Rokan, Ahmad Mukhlis Yusuf, Budiman Tanurejo, Arif Suditomo, Saiful Hadi, Endi Bayuni, Thoriq Hadad, dan Ilham Bintang.

Kapolri menjamin proses penyidikan Bibit-Chandra akan berlangsung secara murni dan wajar. Saat ini berkas perkara Bibit-Chandra telah dilimpahkan polisi ke Kejaksaan Agung selaku penuntut umum.

Bibit dan Chandra ditahan oleh penyidik polisi sejak Kamis (29/10), ketika mereka memenuhi kewajiban melaporkan diri setiap Senin dan Kamis.

Sumber : * Detik.com * Antara News




Selengkapnya...

Minggu, November 01, 2009

Himpitan



Selengkapnya...

Rabu, Oktober 28, 2009

Sumpah Pemuda Dan "Mereka

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA


Hari ini tepat di tahun ke 81 bagi kita guna memeringati hari sumpah pemuda. Sekali bagi kita makna yang terkandung dalam teks diatas. namun apakah sudah tertuang makna tersebut dalam kehidupan bernegara kita. Rasa nasional kita dan kecintaan kita terhadap negeri ini.

Banyak diantara kita yang telah melupakan berbagai unsur dasar bersatunya negeri ini. mungkin bahkan bila disering dikibarkan akan ada sebagian orang lupa warna bendera kita. mari kita berandai - andai. kalau saja waktu itu yang membuat bendera adalah seorang pelukis yang mencintai banyak warna sudah bisa dipastikan orang akan mudah melupakan warna bendera kita. untungnya saat dibuatnya bendera negri ini hanya dengan mengunakan dua warna.

Pancasila hanya memiliki 5 butir itu saja susah orang mengingatnya apalagi mengingat sumpah palapa yang panjang. nah sebenarnya kita musti tahu mereka yang duduk dikursi dewan sebagai wakit kita ingat nggak butir pancasila, seluk beluk burung garuda lamb ang kebesaran negri ini, siapa yang mengambar, dan lain sebagainya. Itu bisa dijadikan salah satu tolak ukur apa yang melandasi mereka duduk dikursi empuk yang bisa mengantar mereka ke kehidupan mapan.

Apakah mungkin test kenegarawanan diadakan saat seseorang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif ataupun executif ?


Selengkapnya...

Selasa, Oktober 20, 2009

Sebelum Dilantik Mereka "Berkata"



Mungkin merupakan hal biasa dalam sebuah pesta demokrasi umbar janji, umbar kata indah, umbar pengharapan dan umbar segala upaya untuk menjadi yang dianggap terbaik atau paling tidak dianggap bisa dipercaya.

Seperti halnya diatas, beberapa calon menteri yang saat ini telah diundang ke istana dan bahkan telah melakukan test kesehatan pun tak luput melakukan hal serupa. mencoba meyakinkan masyarakat bahwa dirinya cocok untuk jabatan yang diberikan presiden kepadanya. Entah itu janji atau bukan terserah penilaian anda.

Nah dalam tulisan ini saya rangkum beberapa ungkapan kata dari beberapa calon menteri sebelum mereka dilantik.
.


Suswono : Kader PKS, Dapat Posisi Menteri Pertanian

Mengatakan : daerah yang sudah mencapai swasembada pangan diharapkan dapat dipertahankan. Adapun yang belum, daerah itu terus diupayakan untuk juga menjadi swasembada. "Intinya agrobisnis," ujarnya.

Terhadap tugas ini, Suswono merasa optimistis karena bidang pertanian sudah menjadi bidangnya. "Saya kandidat doktor pertanian," ujarnya.



Patrialis Akbar : Calon Menteri Hukum dan HAM

mengatakan : Dirinya siap melakukan gebrakan dan perubahan jika dirinya terpilih menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menhukham) pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Langkah pertama yang akan diambil jika terpilih adalah melakukan harmonisasi terhadap sistem hukum yang ada di Indonesia.

"Terus terang, saat ini hukum di Indonesia masih tumpang tindih. Di lapangan selalu terjadi kesalahpahaman, termasuk proses pembuatan undang-undang itu sendiri yang terkesan lamban," ujarnya usai menghadiri Halal Bihalal Forum Konstitusi di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (19/10).



Fredy Numberi : Masih menjabat menteri kelautan dan Perikanan yang rencananya akan beralih dengan penawaran menteri Perhubungan
Mengatakan : "Yang penting all out, Di era globalosai kesehatan yang paling utama. Kabinet harus betul dan orangnya harus sehat.


Purnomo Yusgiantoro : Menurutnya jika dilihat pengarahan yang diberikan padanya dan latar belakangnya, Purnomo akan duduk di pos Menteri Pertahanan.

Mengatakan :
UU yang perlu diselesaikan, yakni UU militer, terorisme, rahasia negara, dan lainnya,

Yakin atau tidak nantinya mereka mampu menjalankan tugasnya dengan baik terserah pada anda. Namun sepatutnya kita juga mendoakan agar mereka senantiasa menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Ini baru sebagin kecil dari seluruh calon menteri yang dipilih kita tunggu kabar berikutnya.
Selengkapnya...

Senin, Oktober 19, 2009

Tidak lolos caleg jadi calon menteri


SENAYAN –Sejumlah nama calon menteri mengejutkan masyarakat bahkan kalangan pengamat. Selain sebagian besar berusia lanjut beberapa diantaranya telah ‘ditolak’ menjadi wakil rakyat dalam pemilu calon legislati (caleg) 2009 baru lalu.

Dari nama-nama calon menteri yang gagal menjadi anggota legislatif paling popular adalah nama Agung Laksono. Mantan Ketua DPR RI itu saat Pemilu 2009 kalah saat bersaing di daerah pemilihan (Dapil) DKI I (Jakarta Timur). Akibatnya, sekalipun sudah berjuang habis-habisan di dapilnya selama kampanye Agung yang merupakan calon anggota DPR nomor 1 dari Partai Golkar tak lolos sebagai anggota DPR.

Demikian pula nama Helmy Faisal Zaini. Pada Pemilu 2009 lalu, mantan serkretaris FKB DPR periode 2004-2009 ini kalah dari lawan-lawannya di Dapil Jabar IX. Ini berarti rakyat tidak memilihnya untuk menjadi wakilnya pada periode berikutnya sekalipun berada di nomor urut 1 dari caleg PKB. Helmy dikalahkan Nurhasal Zaidi (PKS), Primus Yustisio (PAN) Eldie Suwandi (Golkar), Endang Sukendar (PPP), Maruarar Sirait (PDIP) dan Linda Megawati (Demokrat).

Patrialis Akbar, politisi dari PAN adalah satu lagi nama yang gagal menjadi wakil rakyat pada Pemilu 2009. Bedanya Patrialis dalam Pemilu 2009 lalu tidak menjadi calon DPR melainkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk daerah pemilihan Sumatera Barat yang memilih empat wakilnya di luar nama Patrialis.

Nama-nama itu pada hari pertama dan kedua fit and proper test calon menteri sudah memenuhi panggili dan datang ke rumah pribadi SBY di Puri Cikeas, Bogor. Dari ketiganya tidak ada yang menyebutkan posisi menteri apa yang akan dijabat. Tapi berdasarkan pembicaraan dengan SBY, Agung Laksono kemungkinan akan menggantikan posisi Aburizal Bakrie sebagai Menko Kesra, Helmy Faisal Zainie menggantikan Lukman Edi sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Patrialis Akbar menggantikan Andi Mattalatta sebagai Menteri Hukum dan HAM.

MENGECEWAKAN

Sementara itu, Marhadi, warga Pondok Rangon berharap mantan Ketua DPR Agung Laksono memberi perhatian besar kepada rakyat ketika nanti benar-benar menjadi menteri. Apalagi urusan yang menjadi tanggung jawabnya lebih besar dibandingkan saat dia berjuang jadi anggota DPR.

“Kita sih khawatir, karena ini urusan rakyat se-Indonesia, bukan hanya sebatas Pondok Rangon, Jakarta Timur atau Jakarta tetapi seluruh Indonesia,” katanya. “Kalau hanya mengurus masyarakat atas saja atau berjuangnya hanya seperti saat pemilu kemarin kita ya kahwatir.

Pengamat Politik UI Boni Hargens menilai, orang-orang yang dipilih SBY menjadi menteri semata-mata hanya upayanya untuk menjaga stabilitas lima tahun pemerintahannya. “Stabilitas memang penting tapi jangan hanya berfikir untuk kepentingan pemerintahan sendiri,” katanya.

Boni juga menilai pemilihan Agung Laksono sebagai Menko Kesra mempunyai resiko tinggi. Karena bidang ini paling banyak mengurusi dan bersentuhan langsung dengan rakyat. “Dia saja tidak dipercaya rakyat di daerahnya sendiri ketika mencalonkan diri menjadi anggota legislative,” katanya “Padahal dia itu tinggal di Jakarta Timur juga, tapi anehnya kok SBY bisa percaya.”

Demikian pula Helmy Faisal yang akan menjadi menteri PDT. Dia mengatakan saat pileg Helmy tidak dipilih rakyat menjadi anggota DPR. “Lha PDT itu khan urusan kesemimbangan terutama soal pembangunan, kalau dia saja tidak dipercaya rakyatnya itu artiya dia juga tidak bisa berbuat apalagi membangun di daerahnya,” katanya.

Pengamat lainnya Arbi Sanit juga menilai bahwa nama-nama yang dipanggil SBY semakin menunjukkan gaya kepemimpinan SBY mirip dengan gaya orde baru. Padahal sebagai presiden yang dipilih langsung oleh rakyat gaya kepemimpinan SBY terutama dalam menyusun kabinetnya tidak perlu mengikuti kemauan parpol.

“Kenyataannya yang dipanggil mengecewakan karena terlalu mengakomodasi orang partai dan tanpa melihat kapabilitas, kredibilitas dan kemampuannya,” katanya.

Karena itu, katanya, disayangkan kalau SBY yang dipilih secara langsung memilih menterinya tidak sesuai harapan rakyat. “Yah sama saja, mau dipilih langsung atau tidak, rakyat sama-sama dibodohi,” ucapnya.

Analis politik dari Charta Politika, Yunarto Widjaya mengatakan SBY hendaknya mempertimbangkan kebutuhan bangsa dengan menteri-menteri yang profesional membantunya.Karena itu mestinya dalam penyusunan kabinet tidak terlalu perduli protes parpol. “Diperlukan ketegasan dari SBY untuk melakukan ini dan juga kebesaran hati dari parpol itu sendiri,” tegasnya.

Namun, orang-orang yang disebutkan di atas belum ada komentar seputar kegalauan pengamat dan warga. (untung/sir)


sumber : Poskota.com
Selengkapnya...

Daftar Calon Menteri Kabinet SBY Jilid 2


Sederet nama dipanggil ke ruang khusus di Puri Cikeas.
Yang menurut sumber mereka-mereka itu adalah para calon menteri yang selama ini telah dikantongi oleh presiden terpilih dan akan masuk kedalam kabinet SBY-Budiono untuk periode 2009-2014.

Dan Beberapa diantara mereka telah melakukan test kesehatan di RS Polri Kramat jati. Adapun hasil test tersebut belum diketahui apakah akan disebar luaskan untuk umum atau seperti halnya ketika pencalonan presiden dan wakil presiden hasil test hanya diketahui oleh KPU dan jajarannya. Yang artinya hasil test kali ini akan hanya diketahui Presiden dan jajarannya.


Banyak kalangan menilai pencalonan kali ini banyak ditunggangi unsur politik. hal ini dilihat dari banyaknya kantong-kantong jabatan yang diduduki oleh orang-orang dari parpol yang meskipun tidak memiliki kompetensi untuk jabatan yang diembannya.

Akankah hal ini menjadi suatu pertanda akan semakin terpuruknya Indonesia yang kita cintai ??? kita harap tidak. Mudah-mudahan mereka yang telah terdaftar mampu membuktikan bahwa mereka bisa menjalankan tugas yang telah dibebankan kepada mereka dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Sehingga penilaian pesimistif dari beberapa kalangan tidak terbukti.

Berikut daftar calon menteri yang dites hari ini:

1. Djoko Suyanto (Menko Polhukam)

2. Hatta Rajasa (Menko Perekonomian)

3. Agung Laksono (Menko Kesra)

4. Sudi Silalahi (Mensesneg)

5. Suryadharma Ali

6. Sri Mulyani (Menteri Keuangan)

7. Gamawan Fauzi (Mendagri)

8. Mari Pangestu (Manteri Perdagangan)

9. Jero Wacik (Menbudpar)

10. M Nuh (Mendiknas)

11. Syarif Hasan (Menakertrans/BUMN)

12. Tifatul Sembiring (Menkominfo)

13. Sutanto (Menkum HAM/ESDM)

14. Salim Segaf al Jufrie (Mensos)

15. Muhaimin Iskandar (Menneg PDT)

16. Andi Mallarangeng (Menpora)

Di sela pemanggilan calon menteri ini sebetulnya sempat muncul mantan Kepala Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh dan Nias, Kuntoro Mangkusubroto. Wartawan semula menduga Kuntoro ikut dipanggil, namun Andi Mallarangeng menegaskan, Kuntoro hanya menyerahkan laporan. Ia baru akan menjalani sesi wawancara Minggu 18 Agustus 2009 besok

Selengkapnya...

Minggu, Oktober 04, 2009

Roti Sudah Mulai di Potong-Potong


Nampak sebuah kesibukan baru terlihat dirumah seorang temen yang lagi ngadain acara ulang tahunnya yang ke... (waduh saya lupa nanya yang keberapa ya..??). Nah dalam rakaian acaranya seperti biasa selalu ada nyanyi-nyanyi, bersenda gurau dan klimaksnya adalah Potong Kue.
Nah yang seru pas potong kue nih... meski temen saya sudah mempersiapkan diri dengan membeli kue tart yang besar tetap saja dia kekurangan juga... memang sih semua kebagian tapi ada yang kebagian besar dan ada yang kebagian kecil.
mereka yang kebagian besar tentu saja akan bersuka cita tapi yang kebagian kecil ya.. trimo nasib..meski dia tetap berusaha tersenyum tapi rasa kecewa tidak dapat disembunyikan dari wajahnya.
Kalau saja waktu itu saya punya kemampuan membaca hati orang mungkin saya akan tahu apa isi hati orang yang kebagian kue besar dan yang kebagian kue kecil.
Sayangnya saya nggak punya kemampuan itu...tapi saya akan tunggu nanti saat temen saya yang ulang tahun berbicara dalam pidato sohibulbait nanti apa kira-kira yangmau disampaikan...
Selengkapnya...

Sabtu, September 12, 2009

Keluar Penjara, Pelempar Sepatu Bush Dihadiahi Rumah Baru

Shohib Masykur - detikNews

Baghdad - Sengsara membawa nikmat. Mungkin itulah perumpamaan yang tepat disematkan kepada Muntazar al-Zaidi, wartawan Irak yang berani melempar George W Bush dengan sepatu pertengahan Desember 2008 lalu.

Setelah mendekam di penjara selama 9 bulan, Zaidi akan dibebaskan dari penjara 14 September mendatang. Sebuah rumah dengan 4 kamar tidur telah menunggunya di luar jeruji besi. Rumah baru itu merupakan hadiah dari kantor tempat Zaidi bekerja, Al Baghdadia TV. Demikian seperti dilansir allheadlines.com, Kamis (10/9/2009).

Tak hanya itu, sebuah mobil baru hadiah dari orang tak dikenal juga telah menanti Zaidi. Itu belum termasuk uang yang dikirim oleh para dermawan, beberapa tawaran menikah, dan tunjangan kesehatan yang ditujukan kepadanya.

Para editor Al Baghdadia TV mengatakan mereka telah menerima banyak permintaan dari perempuan yang hendak menikahi Zaidi. Selain itu banyak pula datang tawaran harta benda, mulai dari uang, mobil, hingga kuda berpelana emas dari Moroko. Seorang warga Arab bahkan bersedia membeli sepatu Zaidi seharga USD 10 juta.

"Pemilik televisi (Al Baghdadia) telah membangunkan rumah baru buat Zaidi dan keluarganya. Banyak pula orang yang mengontak kami menawari berbagai hadiah," kata produser Al Baghdadia TV, Anas Al Bayaty.

"Seseorang dari Arab Saudi bahkan ingin membeli sepatu Zaidi seharga USD 10 juta. Ada juga yang ingin memberinya emas, dan banyak pula yang ingin menawarinya untuk dinikahkan dengan putri mereka. Kami masih menunggu Zaidi dan tidak menerima pemberian mereka kecuali bunga," imbuh Bayaty.

Seorang petani Palestina berusia 75 tahun yang tinggal di Tepi Barat, Ahmad Jouda, rela menjual sebagian kambingnya dan mengumpulkan puluhan ribu dolar dari kerabatnya untuk mendukung Zaidi. Dia bahkan menawari Zaidi untuk menikah dengan salah seorang kerabat perempuannya.

Berbagai tawaran itu dimulai tahun lalu ketika seorang pria Mesir bernama Saad Gumaa menelepon keluarga Zaidi dan menawarkan anak perempuannya yang berusia 20 tahun, Amal Saad Gumaa, untuk dinikahi Zaidi. "Saya ingin tinggal di Irak. Apalagi kalau saya bisa bersama dengan pahlawan ini (Zaidi)...Itu adalah suatu kehormatan bagi saya," kata Amal.

Mantan Presiden AS George W Bush memang tidak disukai di dunia Arab. Para analis berpendapat, banyak warga Arab yang beranggapan dengan tindakannya itu Zaidi telah mewakili mereka mengekspresikan kemarahan, hal yang tidak berani dilakukan oleh para pemimpin politik lokal.

"Zaidi mewakili perasaan umum penduduk Arab terhadap kebijakan luar negeri AS atas Timur Tengah dan khususnya permusuhan mereka terhadap Bush karena invasi ke Irak," kata sosiolog Muna Al-Bahar. (sho/sho)  
sumber : Detik News
Selengkapnya...

Minggu, September 06, 2009

Balon Menteri Kabinet Baru Masih Banyak Wajah Lama

Berikut ini nama-nama penggawa kabinet yang baru (isu):

Partai Golkar:
1. Agung Laksono
2. Muladi
3. Andi Mattalata
4. Erlangga Hartarto
   

PDI-P:
5. Pramono Anung
6. Puan Maharani

Partai Gerindra:
7. Prabowo Subianto

Wajah lama:
8. Purnomo Yusgiantoro
9. Bachtiar Chamsyah
10. Taufik Effendi
11. Hatta Rajasa
12. Mardiyanto
13. Hasan Wirajuda
14. Sri Mulyani Indrawati
15. Mari Elka Pangestu
16. Anton Apriyantono
17. MS Kaban
18. Jusman Syafei Djamal
19. Adhyaksa Dault
20. Fredy Numbery
21. Siti Fadillah Supari
22. Joko Kirmanto
23. Bambang Sudibyo
24. Jero Wacik
25. Meutia Hatta
26. Lukman Edy
27. Mohammad Nuh
28. Sofyan Jalil
   
Wajah baru:
29. Djoko Suyanto (mantan Panglima TNI)
30. Joyo Winoto (Kepala Badan Pertanahan Nasional)
31. MS Hidayat (Ketua Umum DPP Kadin)
32. Darwin Z Saleh (Ketua Bidang Ekonomi Partai Demokrat)
33. Soetanto (mantan Kapolri)    
34. Hermanto Dardak (Dirjen Departemen PU)
35. Hidayat Nurwahid (PKS)
36. Muhaimin Iskandar (PKB)
37. Kurdi Mustofa (Staf Khusus Presiden)
38. Tifatul Sembiring (Presiden PKS)
39. Andi Arif (Sekjen Jaringan Nusantara)
40. Siti Nurbaya (Sekjen DPD)
41. Arif Afandi (Wakil Wali Kota Surabaya)
42. Velix Wanggai (tokoh Papua)
43. Andi Mallarangeng (Juru Bicara Presiden)
44. Roestanto Wahidi Dirdjojuwono (Partai Demokrat)
45. Cahyana Ahmad Djayadi (Dirjen Kominfo)


Ya kalo memang terpilih semoga bisa menjalankan tugasnya dengan baik....
ya nggak sodara-sodara


sumber :  Kompas.com Selengkapnya...

BARA @PI Headline Animator

My Headlines

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Motivasi Hari Ini

Pilihan

Terjemahkan

Powered By Blogger
Check PageRank Arts (Blogs) - TOP.ORG Cell Phone Info http://Link-exchange.comxa.com Blog Tutorial Indonesian Blogger TopOfBlogs Personal Blogs Personal Add to Google Reader or Homepage BandungTopBlog.com RANKING WEBLOGS INDONESIA Subscribe to updates GrowUrl.com - growing your website

Sohib-sohib ku

Banner Sohib

  • Wanderer' Blog
  • >
  • Photobucket
  • Powered by BannerFans.com
  • BLOG SHARING INTERNET
  • Lencana Facebook

    Rekening Online

    Bisnis ku

    Dollar...Dollar...Dollar...

    Ini Juga Bisa

    CO.CC:Free Domain

    Atau Disini..!!!

    Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

    Masukan Email Anda:

    Delivered by FeedBurner

    Cari Blog Ini

    Arsip Blog

    Kategori

    Allah (2) Azab (1) Muhammdad SAW (2) Mukjizat (2) Pendidikan (3) Politik (21) Renungan (3) alam semesta (3) as (1) bencana (5) berita (2) biadab (1) bisnis online (5) candoleng-doleng (1) detik.com (3) gagal (2) gay (1) gempa (5) hidup (1) iman (1) inspirasi (5) internet (5) islam (1) kpk (2) manusia (7) motivasi (19) opera (1) padang (1) pariaman (1) religi (8) seni dan budaya (7) serba gratis (3)

    Subscribe via email


    ShoutMix chat widget
  • free counters
  • FEEDJIT Live Traffic Feed

    Tukeran Yuk...


    Image and video hosting by TinyPic

    Musik Ku