Tampilkan postingan dengan label seni dan budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni dan budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 28, 2009

Sumpah Pemuda Dan "Mereka

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA


Hari ini tepat di tahun ke 81 bagi kita guna memeringati hari sumpah pemuda. Sekali bagi kita makna yang terkandung dalam teks diatas. namun apakah sudah tertuang makna tersebut dalam kehidupan bernegara kita. Rasa nasional kita dan kecintaan kita terhadap negeri ini.

Banyak diantara kita yang telah melupakan berbagai unsur dasar bersatunya negeri ini. mungkin bahkan bila disering dikibarkan akan ada sebagian orang lupa warna bendera kita. mari kita berandai - andai. kalau saja waktu itu yang membuat bendera adalah seorang pelukis yang mencintai banyak warna sudah bisa dipastikan orang akan mudah melupakan warna bendera kita. untungnya saat dibuatnya bendera negri ini hanya dengan mengunakan dua warna.

Pancasila hanya memiliki 5 butir itu saja susah orang mengingatnya apalagi mengingat sumpah palapa yang panjang. nah sebenarnya kita musti tahu mereka yang duduk dikursi dewan sebagai wakit kita ingat nggak butir pancasila, seluk beluk burung garuda lamb ang kebesaran negri ini, siapa yang mengambar, dan lain sebagainya. Itu bisa dijadikan salah satu tolak ukur apa yang melandasi mereka duduk dikursi empuk yang bisa mengantar mereka ke kehidupan mapan.

Apakah mungkin test kenegarawanan diadakan saat seseorang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif ataupun executif ?


Selengkapnya...

Senin, Oktober 05, 2009

OPERA


Opera adalah sebuah bentuk seni, dari pentasan panggung dramatis sampai pentasan musik.

Dalam mementaskan sandiwara, opera memakai elemen khas teater seperti pemandangan, pakaian, dan akting namun kata-kata dalam opera, atau kata-kata nyanyian, dinyanyikan daripada dituturkan. Penyanyi ditemani oleh ansambel musik yang, dari ansambel menolong yang kecil hingga orkes simfoni penuh.

Opera tradisional terdiri atas dua mode nyanyian: resitatif, deklamasi, dan nyanyian, yang menunjuk kepada bagian tunggal yang dinyanyikan. Bagian yang dinyanyikan yang pendek juga diserahkan ke sebagai ariosos. Masing-masing macam nyanyian ditemani di samping alat musik. Penyanyi dan peran mereka bermain disusan menurut golongan menurut besarnya suara mereka. Penyanyi pria digolongkan sebagai bas, bas-penyanyi bariton, penyanyi bariton, tujuan dan alto.

Penyanyi wanita disusan menurut golongan, sebagai penyanyi contralto, mezzo-penyanyi sopran dan penyanyi sopran.

Masing-masing klasifikasi ini mempunyai sub-bagian, atau fachs, seperti liris penyanyi sopran, coloratura, spinto, dan dramatis penyanyi sopran yang menghubungkan suara penyanyi dengan tugas paling cocok untuk warna nada suara dan kualitas.

Opera terilhalmi dari banyak bentuk seni lain. Entah opera ini adalah bentuk musik tertinggi sudah merupakan subyek perdebatan sejak abad ke-17.

Seni visual, seperti melukis, dilaksanakan untuk membuat tontonan visual di panggung, yang dianggap sebagai sebagian penting pentasan panggung.

Selengkapnya...

Teater


Teater (bahasa Inggris: theater atau theatre, bahasa Perancis théâtre berasal dari kata theatron (θέατρον) dari bahasa Yunani, yang berarti "tempat untuk menonton") adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, Dynamics of Drama, mendefinisikan teater sebagai " yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain." Teater bisa juga berbentuk: opera, ballet, mime, kabuki, pertunjukan boneka, tari India klasik, Kunqu, mummers play, improvisasi performance serta pantomim. Selengkapnya...

Sabtu, Oktober 03, 2009

Batik, antara Euforia dan Lara Jiwa


Batik, antara Euforia dan Lara Jiwa

Gegap gempita atas pengakuan UNESCO terhadap Batik yang diakui dunia sebagai warisan maha karya agung Indonesia ditanggapi dan disikapi dengan berbagai seremonial juga event yang berlangsung di berbagai kota juga termasuk penyelenggaraan event di negara lain.

Euforia hal yang lumprah bagi siapapun saat pengakuan dan penghargaan itu kita capai. Yang menjadi renungan kita bersama adalah apa makna terdalam dari penghargaan tersebut bagi kemajuan batik juga bangsa kita ke depan. Jika penghargaan tersebut hanya di gembar-gemborkan sebagai sebuah keberhasilan Indonesia (Red: menilik sebelumnya batik juga di klaim oleh Malaysia) tanpa mengerti, memahami dan menghargai akan karya agung itu sendiri.

"Mengerti" memiliki interpretasi yang sangat luas. Didalamnya memiliki arti; mengetahui akan makna filosofis, antropologis serta pemaknaan karakteristik pembatik yang begitu heterogin akan batik sebagai representasi akan watak tiap-tiap daerah yang tersebar di pelosok nusantara.

Kenapa 'mengerti' menjadi persoalan penting akan hal ini. Melihat berbagai rentetan yang terjadi baik itu persoalan Politik, ekonomi, budaya serta Religiusitas tampak dengan benderang kalau kenyataanya para pemimpin politik tidak mengerti betul bagaimana mengerti dan memahami kebutuhan rakyat. Padahal bercermin dari batik, sangat jelas terlihat bagaimana batik bisa mengejewentahkan keanekaragaman pola pikir, karakter, watak juga perilaku yang terefleksikan (red: sadar ataupun tidak sadar)dari para pembatik itu sendiri.

Ada batik Solo, Batik Yogya, Batik Banyumasan, Batik Madura, Batik Pekalongan, juga batik-batik di daerah lain yang menyebar di hampir seluruh Indonesia. Dengan kekhasan corak warna juga pilihan gambar yang melingkupi karya mereka. Tampak jelas bagaiman keuletan, kreatiifas juga kemamauan mereka untuk terus berkarya dengan intuisi dan kepekaan mereka yang terjawab melalui batik. Keseluruhan buah karya yang tertuang dalam batik merupakan hasil olah karya juga olah pikir masyarakat kita.

Dengan diakuinya Batik, Keris, Wayang Kulit, sebagai Maha Karya Agung warisan leluhur Indonesia oleh UNESCO, membuktikan bahwa kita terlahir dan memiliki kompetensi yang layak, sejajar bahkan lebih dibanding dengan negara manapun di bumi ini.

Persoalannya adalah, ketiga Maha Karya Agung yang diakui oleh UNESCO tersebut adalah karya para leluhur kita puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu sebelum Republik Indonesia berdiri. Pertanyaan yang muncul, apakah kita sekedar bangga menjadi anak yang tumbuh besar dengan kekayaan yang diwariskan terhadap kita? atau, dengan pongahnya kita akan mengatakan, jangan macam-macam dengan kami, karena leluhur kami dulu orang hebat ! Mereka tidak hanya memiliki warisan ketiga karya tersebut, melainkan juga memiliki Borodobur (Red: meski sudah tidak termasuk tujuh keajaiban dunia lagi) juga candi yang lain. Walaupun realitasnya kini, kita dikenal sebagai bangsa paling korup di dunia, bahkan sarang teroris ! Negara besar dengan penduduk miskin yang sangat besar termasuk pembatik yang batiknya di akui dan di banggakan! Mereka tetap miskin dan akan selalu miskin. Selama pemerintah (negara) hanya berpihak pada segelintir borjuis pemilik modal. Yang kenyaataanya mereka terkadang tidak memperdulikan apa itu filosofi di balik karya batik, bagaimana ribet dan di butuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi dalam membuatnya.

Sehingga ketika tangan - tangan lentik pembatik tidak bisa mengikuti permintaan pasar(mereka) dengan gampangnya membuat batik printing. Inikah cara anak-anak masa kini yang terlahir dari leluhur yang hebat dalam menghargai warisan leluhurnya?! Kalau untuk menghasilkan 'batik' cuma di masukkan ke pabrikan industri yang bisa menghasilkan pabrik printing dengan cepat (red: demi mencukupi kebutuhan industri bisnis) bagaimana maha karya agung itu bisa bertahan dan bisa dilestarikan?!

Jika begitu, apa salah ketika negara lain memboyong seniman batik kita yang hidupnya gembel serba kekurangan didalam negeri, migrasi ke negara lain untuk bertahan dan meningkatkan taraf hidup?!

Ini persoalan krusial bagi bangsa kita saat ini dan ke depan tentunya. Kita ribut soal nasionalisme kekinian, tapi mengesampingkan dan membiarkan kekayaan yang ada dalam perut bumi kita, tangan dan otak manusia yang menghasilkan buah pikir dalam bentuk karya terpendam, hingga akhirnya lenyap bahkan menguap begitu saja. Karena ketidakbecusan (negara) dalam menadayagunakan dan melestarikan (red: membuat blue print yang jelas terarah) karya leluhur juga karya anak bangsa dengan sebenar-benarnya.

Semoga kita tidak menjadi bangsa yang pongah dengan temperamen obor blarak! Agar tidak jumawa juga tidak terjebak dalam pemahaman yang dangkal mengenai arti menghargai Karya Agung leluhur itu sendiri.
Selengkapnya...

Batik Oh Batik


Hari ini secara resmi Bangsa Indonesia boleh berbangga hati karena warisan kekayaan leluhur (batik) bukan benda secara resmi diakui UNESCO sebagi warisan kekayaan dunia. Sebagai ekspresi sekaligus ungkaan atas pengakuan tersebut Presiden mengintruksikan agar seluruh rakyat Indonesia mengenakan batik secara nasional.

Mensikapi pernyataan Presiden sekaligus kehawatiranya akan masa depan serta tanggung jawab rakyat Indonesia atas pelestarikan dan pengembangan batik kedepan itu sangat ironis. Mengapa ?? Kalo Presiden menghawatirkan 15 tahun lagi batik akan berkembang di negara lain, tentunya Presiden yang bertanggungjwab (saat ini) agar kehawatiran itu tidak terjadi. Terlebih belum sirna dalam ingatan kita bagaimana ketegangan antara Indonesia dengan Malaysia terkait rebutan/klaim berbagai warisan seni budaya kita. Dari berbagai rentetan ketegangan yang terjadi, harusnya Presiden saat ini harus mampu bertindak cerdas dan mengambil kebijakan yang cerdas pula agar kejadian serua tidak terjadi. Menurut analisa saya, berbagai kejadian yang terjadi tersebut adalah ketidakcerdasan juga ketidakpekaan Pemerintah dalam (red : hal ini Presiden) dalam mensiasiti akan pengembangan warisan budaya yang ada.

Sebagai renungan sekaligus tamparan yang menyakitkan bagi kita adalah saat kita mengetahui ternyata puluhan seniman batik tua yang ada di Laweyan Surakarta di boyong ke Malaysia dengan diberi layanan kesejahteraan dan juga berbagai kemudahan yang lainnya. Termasuk didalamnya peningkatan penghasilan ratusan kali lipat dari yang di peroleh di negeri sendiri. Belum lagi fasilitas kesejahteraan juga pendidikan yang akan di berikan keadaan anak cucu mereka yang juga ikut tinggal di Malaysia. Bandingkan dengan apa yang di peroleh oleh pembatik yang sangat 'nasionalis' yang betah tinggal di Indonesia. Coba sekali-kali Presiden masuk ke kantong-kantong seniman batik. Misalnya di kampung Pasar Kliwon, Laweyan Surakarta, Pekalongan, Banyumas juga daerah-daerah pinggiran yang lain.

Kalo penghasilan pembatik di Kota Solo saja sehari Rp.12.500; plus makan sekali. dengan begitu apa yang akan terjadi dengan kalangsungan seniman Batik Indonesia?! Coba renungkan, apa yang bisa dilakukan dengan uang dua belas ribu rupiah untuk menghidupi kebutuhan hidup keluarga?! Apakah tidak sangat menyakitkan ketika Presiden hanya berujar jangan sampai regenerasi seniman batik tiada ! Sedangkan Presiden sendiri sebagai pengambil kebijakan tertinggi tidak memiliki blue print yang jelas sekaligus berpihak atas kelangsuang hidup pembatik juga batik itu sendiri ! Siapa yang salah ketika 15 tahun mendatang benar-benar Batik akan berkembang di negeri tetangga, kalau Presiden sendiri hanya khawatir tanpa bisa menindaklanjuti dengan kebijakan yang nyata ! Ataukah benar, batik hanya sebatas lukisan yang sangat indah yang terhias diatas kain dan di bangga-banggakan oleh pejabat gedean saat berlangusngnya acara seremonial.

Yang terpenting adalah, Presiden SBY yang terkenal "peragu" itu tidak ragu lagi mengambil kebijakan yang berpihak kepada pembatik dan pekerja seni dan budaya yang lain. Karena merekalah pelaku sekaligus pewaris kekayaan leluhur yang kelak menjadi jembatan akan lestarinya kekayaan budaya buat anak cucu kita.
Selengkapnya...

Jumat, September 04, 2009

Bahasa Indonesia Bisa Menjadi Bahasa Internasional


MEDAN–MI: Bahasa Indonesia yang juga merupakan sebagai jati diri bangsa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional seperti bahasa Inggris, Spanyol, Perancis dan China, karena sudah dipelajari para murid di puluhan negara.

Kepala Balai Bahasa Medan (BBM), Prof. Amrin Saragih, di Medan, Selasa, mengatakan, dewasa ini Bahasa Indonesia telah dipelajari di 58 negara yang membuktikan bahasa Indonesia siap menjadi bahasa internasional.

“Setidaknya 168 institusi dari 58 negara telah mengajarkan Bahasa Indonesia kepada anak didiknya. Ini mereka lakukan sebagai salah satu upaya untuk menyambut perdagangan bebas tahun 2015,” katanya.

Selain itu, sebagai bukti bahwa Bahasa Indonesia sangat diminati bangsa asing, kini ada sekitar 700 orang asing datang langsung ke Indonesia untuk memperdalam keahliannya.

Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof. Khairil Ansari, mengatakan, Bahasa Indonesia bila dirunut sejarahnya berbeda dengan bahasa - bahasa di negara lain ketika dikukuhkan sebagai bahasa nasional.

Saat ini banyak negara di dunia tidak dapat memilih bahasa yang terdapat di dalam negaranya sendiri untuk diangkat menjadi bahasa nasional, bila dipaksakan akan menjadi arena pertumpahan darah sesama mereka sendiri.

Contoh itu dapat dilihat di India, Filipina, Somalia dan negara di Afrika lainnya yang tidak menjadikan bahasa dari negaranya menjadi bahasa nasional, yang pada akhirnya memilih beberapa bahasa yang pemakainya lebih banyak menjadi bahasa resmi di negaranya.

Bahkan ada juga yang langsung memilih bahasa Inggris, Prancis dan Spanyol menjadi bahasa nasionalnya karena kesulitan memilih bahasa yang terdapat di negerinya akibat tidak adanya kesepakatan diantara mereka sendiri.

Melihat perjalanan sejarah yang sangat unik ini, sepantasnya masyarakat Indonesia berbangga hati dan mencintai bahasa Indonesia sebagai bagian yang melekat pada dirinya. (Ant/OL-02)

Sumber: Media Indonesia Online
Selengkapnya...

Kamis, September 03, 2009

Puisi Rendra


Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta – WS Rendra


Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban
Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban
Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu
Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya
Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan
Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan
Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.
Selengkapnya...

BARA @PI Headline Animator

My Headlines

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Motivasi Hari Ini

Pilihan

Terjemahkan

Powered By Blogger
Check PageRank Arts (Blogs) - TOP.ORG Cell Phone Info http://Link-exchange.comxa.com Blog Tutorial Indonesian Blogger TopOfBlogs Personal Blogs Personal Add to Google Reader or Homepage BandungTopBlog.com RANKING WEBLOGS INDONESIA Subscribe to updates GrowUrl.com - growing your website

Sohib-sohib ku

Banner Sohib

  • Wanderer' Blog
  • >
  • Photobucket
  • Powered by BannerFans.com
  • BLOG SHARING INTERNET
  • Lencana Facebook

    Rekening Online

    Bisnis ku

    Dollar...Dollar...Dollar...

    Ini Juga Bisa

    CO.CC:Free Domain

    Atau Disini..!!!

    Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

    Masukan Email Anda:

    Delivered by FeedBurner

    Cari Blog Ini

    Arsip Blog

    Kategori

    Allah (2) Azab (1) Muhammdad SAW (2) Mukjizat (2) Pendidikan (3) Politik (21) Renungan (3) alam semesta (3) as (1) bencana (5) berita (2) biadab (1) bisnis online (5) candoleng-doleng (1) detik.com (3) gagal (2) gay (1) gempa (5) hidup (1) iman (1) inspirasi (5) internet (5) islam (1) kpk (2) manusia (7) motivasi (19) opera (1) padang (1) pariaman (1) religi (8) seni dan budaya (7) serba gratis (3)

    Subscribe via email


    ShoutMix chat widget
  • free counters
  • FEEDJIT Live Traffic Feed

    Tukeran Yuk...


    Image and video hosting by TinyPic

    Musik Ku