Kamis, Desember 03, 2009

Film "Balibo" Dilarang Diputar di Indonesia

JAKARTA,— Indonesia melarang pemutaran film Balibo yang mengangkat kasus tewasnya 5 wartawan Australia dalam sebuah serangan pasukan Tentara Nasional Indonesia di Timor Timur pada 1975. Lembaga Sensor Film tidak menyampaikan alasan pelarangan film yang telah ditinjau pada Selasa (1/12).

Direktur Program Jakarta International Film Festival (JiFFest) Lalu Roisamri menjelaskan rencananya untuk mengajukan banding terhadap keputusan sensor itu. Pihak Lembaga Sensor Film menolak berkomentar saat ditanya oleh Associated Press, Selasa, mengenai larangan penayangan film soal tewasnya 5 wartawan Australia di Kota Balibo selama berlangsung pertempuran sengit antara pasukan TNI dan gerilyawan Timor Timur.


Larangan ini diumumkan 2 jam sebelum Jakarta Foreign Correspondents’ Club (JFCC) menyelenggarakan penayangan secara terbatas film ini di sebuah teater di Jakarta. Menurut Presiden JFCC Jason Tedjasukmana, akhirnya klubnya memutuskan untuk tidak menayangkan film ini meskipun belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai larangan tersebut.

Tedjasukmana menerangkan, JFCC bisa dianggap melanggar hukum apabila menayangkan film terlarang itu di sebuah lokasi umum. "Ini memang bukan keputusan mudah...tetapi kami menghormati hukum di Indonesia," ujar Tedjasukmana.

Bulan lalu, Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah menerangkan bahwa film ini, berdasarkan ulasan yang ada, dikhawatirkan akan membangkitkan luka lama hubungan Indonesia dan Australia. Namun, Teuku Faizasyah juga tidak setuju dengan anggapan bahwa film ini hanya merupakan fiksi.

Sungguh ironis dimana saat kita gembar-gemborkan sebuah keterbukaan daatau transparansi diberbagai lini, ini malah ada sebuah perencanaan pembohongan publik. bagaimana tidak ! Film aalah salah satu dari sekian banyak media untuk berkomunikasi. yang artinya film juga bisa dijadikam media jurnalistik. malah sekarang muncul pelarangan yang alasannya hanya sebatas sebuah rasa malu atas sebuah tindakan.

Toh itu sudah terjadi dan itu adalah sebuah fakta henapa musti didustakan. Marilah kita membuka mata dan belajar mempercayai bahwa masyarakat Indonesia itu sudah cerdas dan bisa mengukur sesuatu dengan dasar pemikiran yang lebih rasional. Bukan masyarkat yang mudah menilai dengan dasar sepicikan mata.

Sumber : Kompas.com



1 komentar:

phonank mengatakan...

Pro dan kontra memang sering terjadi...

yah itulah hidup..

BARA @PI Headline Animator

My Headlines

Motivasi Hari Ini

Pilihan

Terjemahkan

Check PageRank Arts (Blogs) - TOP.ORG Cell Phone Info http://Link-exchange.comxa.com Blog Tutorial Indonesian Blogger TopOfBlogs Personal Blogs Personal Add to Google Reader or Homepage BandungTopBlog.com RANKING WEBLOGS INDONESIA Subscribe to updates GrowUrl.com - growing your website

Sohib-sohib ku

Banner Sohib

  • Wanderer' Blog
  • >
  • Photobucket
  • Powered by BannerFans.com
  • BLOG SHARING INTERNET
  • Lencana Facebook

    Ada kesalahan di dalam gadget ini

    Rekening Online

    Bisnis ku

    Dollar...Dollar...Dollar...

    Ini Juga Bisa

    CO.CC:Free Domain

    Atau Disini..!!!

    Masukan Email Anda:

    Delivered by FeedBurner

    Cari Blog Ini

    Arsip Blog

    Kategori

    alam semesta (3) Allah (2) as (1) Azab (1) bencana (5) berita (2) biadab (1) bisnis online (5) candoleng-doleng (1) detik.com (3) gagal (2) gay (1) gempa (5) hidup (1) iman (1) inspirasi (5) internet (5) islam (1) kpk (2) manusia (7) motivasi (19) Muhammdad SAW (2) Mukjizat (2) opera (1) padang (1) pariaman (1) Pendidikan (3) Politik (21) religi (8) Renungan (3) seni dan budaya (7) serba gratis (3)

    Subscribe via email


    ShoutMix chat widget
  • free counters
  • FEEDJIT Live Traffic Feed

    Tukeran Yuk...


    Image and video hosting by TinyPic

    Musik Ku